Tuan Raja
Rinai hujan karena rindu rembulan yang bersianr cerah, tak dapat dibendung oleh sekedar batu sahaja. Tatkala menahan rintik rindu akan selalu menyakitkan. Bagaimanapun juga harus tetap berjalan bukan, garis waktu ?. "Sabar, kita akan bersama selalu." ucapnya dalam kepercayaan meneguhkan hatiku. "Aku mencintaimu selalu, tuan" , bolehkah aku percaya akan kalimat tersebut ?. Seharusnya memang begitu bukan ?. Namun mengapa tanda tanya tersebut semakin membesar, rajaku ?. Aku tak mampu lagi menggantikan posisimu sebagai orang yang di-agungkan oleh kerajaan ini. Bagaimana aku bisa mengerti jika memang aku cukup kuat, tuan ?. Haruskah aku menghilang sementara waktu dan berembunyi pada balik tiap garis waktu ?. Sungguh mengecewakan diriku ini, tuan. Memori yang telah dan sedang terjadi ini sungguh menyakitkan, tuan. Satu malam saja sangat menyakitkan, tuan.